Depok, Kompas – Sudaryo (40), karyawan PT Rajabrana, Cimanggis, Depok, ditemukan tewas gantung diri, Senin (14/7). Diduga korban nekat mengakhiri hidup akibat putus asa karena gajinya tak kunjung dibayar perusahaan industri garmen tempatnya bekerja.
Korban ditemukan pertama kali oleh Kamsiati (35), pedagang nasi uduk keliling, yang melihat Sudaryo sudah tewas dengan lidah terjulur sekitar pukul 05.30. Ia tergantung pada sebuah cabang pohon petai yang tumbuh di belakang rumahnya di Gang Bakti ABRI, Jalan Nangka, Kelurahan Sukamaju, Cimanggis.
Ny Tugiyem (38), istri korban yang juga bekerja sebagai penjahit di PT Rajabrana, langsung pingsan saat mendengar kabar kematian suaminya. Tugiyem tinggal bersama Sudaryo, sementara seorang anak hasil perkawinan mereka tinggal bersama neneknya di Wonogiri, Jawa Tengah.
Ade, tetangga lain korban, mengatakan, Sudaryo, sudah menunjukkan tingkah laku tak biasa sejak Mei lalu saat PT Rajabrana dikabarkan bangkrut.
”Sejak perusahaan tempat ia bekerja pailit, korban mulai tampak sering merenung di kebun belakang atau di teras rumahnya,” tuturnya.
Sejak awal Juni lalu kondisi kesehatan Sudaryo, kata Ade, terus menurun.
”Korban banyak pikiran. Sudah tidak menerima gaji, ia sakit pula. Itu, kan, butuh biaya,” katanya menjelaskan. (MUK)
sumber :www.cetak.kompas.com