Rumah Pintar cerdaskan anak bangsa

KELAPA DUA, MONDE : Rumah pintar Bhara Cendekia 1 yang ada di komplek Mako Brimob diharapkan dapat meningkatkan minat baca di kalangan siswa dan mencerdaskan bangsa melau budaya belajar sambil bermain. 

Ibu negara Ani Bambang Yudhoyono mengatakan hal itu ketika meresmikan rumah pintar Bhara Cendekia 1 di komplek mako Brimob Kelapa Dua, kemarin.

 

Menurutnya, Pemerintah pernah menerima laporan dari anak-anak sekolah di daerah tertentu dimana sekolahnya tidak memiliki perpustakaan yang layak. “Bagaimana saya untuk mengatasi masalah ini.”

 

Pemerintah sudah bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk mendirikan perpustakaan, dan mobil pintar dimana isisnya terdapat buku-buku dan audi visual yang dapat bermanfaat.

 

Mobil pintar, termasuk rumah pintar membantu pemerintah mencerdaskan anak bangsa. Mobil pintar dengan perpustakaan memiliki arti yang berbeda, banyak kalangan masyarakat yang mengartikan perpustakaan tempat untuk belajar.

 

Berawal dengan tujuh mobil pintar, waktu demi waktu mobil pintar makin digemari masyarakat, mobil pintar ternyata memiliki rintangan dimana tidak bisa masuk ke dalam gang yang sempit, karena itu pemerintah mengembangkan program baru dengan motor pintar.

 

Fasilitas pendidikan yang diberikan kepada anak-anak siswa dapat dimanfaatkan oleh mereka, pendidikan apa yang dia terima. Pembangunan rumah pintar yang ada diharapkan dapat diterima kalangan masyarakat. Rumah pintar menurut Unesco merupakan program yang dapat mencerdaskan anak bangsa.

 

“Rumah pintar tempat untuk belajar sambil bermain, bermain sambil belajar,” katanya.

 

Dengan adanya rumah pintar, anak-anak bisa melakukan permainan, belajar dan melakukan imajinasi pendidikan. Anak-anak akan senang hati untuk mendatangi rumah pintar untuk menimba ilmu dari buku-buku yang tersedia di rumah pintar.

 

“Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama sehingga anak Indonesia tetap berprestasi di dunia pendidikan seperti olimpiade dunia,” ujarnya.

 

Ibu negara mengatakan, tidak hanya rumah pintar, mobil pintar, dan motor pintar pemerintahan juga mencanangkan kapal pintar yang bekerjasama dengan angkatan laut, dimana kapal pintar dapat dimanfaatkan ketika berada di tengah laut.

 

Semua program yang dibangun oleh pemerintah semuanya dapat berguna bagi kalangan masyarakat yang tujuannya mencerdaskan anak bangsa dan untuk memberantas buta huruf.

 

Sementara itu Kapolri Jenderal Sutanto mengatakan Rumah Pintar merupakan realisasi program Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu yang diprakasai Ani Yudhoyono, yang merupakan salah satu solusi dalam mengatasi persoalan pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa, dan mengembangkan kualitas masyarakat Indonesia.

 

Putri, salah satu siswa SD di wilayah Tugu, merasa senang dengan berdirinya rumah pintar. “Dengan rumah pintar kami bisa baca dan outbound secara gratis,” senangnya.(m-10)

Sumber : http://www.monitordepok.com/cetak/berita-utama/23238.html

Tersangka Pembunuh Istri Ditangkap

Kamis, 24 Juli 2008 | 02:13 WIB

DEPOK, KOMPAS – Setelah buron selama tiga hari, Rudy Hambali (40), tersangka pembunuh istrinya, Regina Eleana (33), ditangkap polisi di sebuah kelenteng di daerah Gadog, Bogor, Rabu (23/7) dini hari. Rudy tak melakukan perlawanan saat ditangkap tim gabungan Kepolisian Resor Metro Depok dan Kepolisian Sektor Cimanggis.

Menurut Kepala Polres Metro Depok Ajun Komisaris Besar Gatot Eddy Pramono, penangkapan dilakukan saat tersangka akan keluar dari kelenteng sekitar pukul 01.00. Sebelum tertangkap, Rudy sempat berpindah-pindah tempat persembunyian, antara lain di Bogor, Cipanas, dan Cibodas. ”Saat akan bermalam di Bogor, Rudy sempat ditolak pihak keluarga.”

Gatot menambahkan, berdasar keterangan tersangka, motif penusukan yang mengakibatkan tewasnya Regina adalah perselisihan dalam keluarga. Pembunuhan dilakukan secara spontan akibat tersangka naik pitam saat bertengkar dengan istrinya. ”Namun, pengakuan ini masih perlu dikaji lebih lanjut. Ia (tersangka) masih dalam proses pemeriksaan,” jelas Gatot kemarin.

Sampai kemarin, polisi sudah meminta keterangan dari enam saksi, termasuk Pieter (12), anak sulung Regina. Bocah di bawah umur ini tetap dijadikan saksi karena ia melihat langsung peristiwa penusukan ibunya. Menurut Gatot, jumlah saksi kemungkinan masih akan bertambah.

Pernah bekerja

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Depok Komisaris Rochimat menjelaskan, kelenteng tempat Rudy buron berlokasi di sebuah tanah perkebunan milik seseorang bernama Ayau. Dari informasi yang dikumpulkan diketahui bahwa Rudy pernah bekerja di sana selama sekitar tiga bulan. Di sana Rudy menginap selama dua malam terakhir, setelah pada Minggu malam lalu bermalam di kawasan Cibodas.

Korban, Regina, adalah keponakan Komandan Brigade Mobil Mabes Polri Inspektur Jenderal Sylvanus J Wenas. Tersangka melarikan diri dengan sepeda motor Kawasaki Kaze. (muk)

Sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/24/0213051/tersangka.pembunuh.istri.ditangkap