Masjid Kubah Emas, Magnet Baru Kaum Muslimin

Inilah.com, Jakarta – Masjid Dian Al Mahri atau lebih dikenal sebagai kubah emas begitu fenomenal dalam kurun waktu setahun belakangan. Masjid ini menjadi ikon dan magnet baru bagi muslim Indonesia.

Masjid ini membuat takjub siapapun yang pernah melihatnya, yaitu kubahnya yang terbuat dari emas. Tak heran jika masjid tersebut lebih dikenal dengan sebutan Masjid Kubah Emas Depok. Masjid termegah di kawasan Asia Tenggara.

Sangat luar biasa, itulah kalimat pertama yang diucapkan pengunjung saat pertama kali melihat Masjid Dian Al Mahri di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok. Sebuah masjid megah berkapasitas 20 ribu jemaah tampak berdiri kokoh di atas lahan seluas 70 hektar. Bangunan masjid memiliki luas 8.000 meter persegi yang terdiri dari bangunan utama, mezanin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar, ruang sepatu dan ruang wudu. Masjid ini mampu menampung 15 ribu jemaah shalat dan 20 ribu jemaah taklim.

Masjid yang indah dan megah ini membuat rasa penasaran pengunjung luar Jakarta untuk datang secara langsung melihat keunikan masjid ini. Mereka datang dari berbagai daerah, baik yang ada di sekitar Bogor, Bandung, maupun kota dan daerah lain di luar Jawa Barat dan Pulau Jawa. Seolah tak kenal waktu, siang dan malam pengunjung terus berdatangan silih berganti, seperti ada magnet spiritual yang begitu kuat menarik mereka.

Seperti yang dialami pengunjung bernama Rusdi. “Saya jauh-jauh datang dari Lampung ke sini karena penasaran saja ingin melihat masjid yang katanya terbuat dari emas. Tadinya saya kurang yakin, apa benar ada masjid dibuat dari emas. Tapi, setelah melihat sendiri, saya percaya,” kata pria paruh baya itu yang juga menyempatkan diri shalat Jumat di Masjid Kubah Emas.

Masjid ini telah resmi dibuka untuk umum bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, 31 Desember 2006. “Pembangunannya memang sudah berlangsung sejak tahun 1999, namun baru dibuka untuk umum 31 Desember 2006. Setelah shalat Idul Adha, pemilik masjid langsung meresmikan masjid ini.

“Saat itu, tak kurang dari lima ribu jemaah mengikuti pro-sesi peresmian masjid ini,” kata Ir H Yudi Camaro MM, pengelola Masjid Dian Al Mahri. Selain masjid, lahan di sekeliling masjid juga dijadikan islamic centre. “Ada lembaga dakwah dan rumah tinggal sebagai tempat aktivitas keagamaan di kompleks masjid ini, “tambahnya.

Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen.

Halaman dalam berukuran 45×57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia. Sedangkan untuk parkir, disiapkan lahan seluas 7.000 meter persegi yang mampu menampung kendaraan 300 bus atau 1.400 kendaraan kecil.

Sedangkan teknologi pemasangan emas pada kubah masjid dilakukan melalui tiga cara. Pertama, dengan serbuk emas (prada). Teknik prada digunakan pada pemasangan emas di bagian mahkota pilar (tiang kapital) yang ada di dalam bagian interior masjid.

Kedua, teknik gold plating, yakni teknik pemasangan dengan pelapisan emas berbahan dasar kuningan dan tembaga. Digunakan pada pemasangan lampu gantung, railling tangga mezanin, pagar mezanin, ornamen kaligrafi kalimat tasbih di pucuk langit-langit kubah dan ornamen dekoratif di atas mimbar mihrab.

Ketiga, teknik gold mozaic solid, yakni teknik pemasangan emas dengan ketebalan tertentu, biasanya dengan ketebalan lapisan emas sekitar 2 mm. Teknik ini digunakan pada pemasangan emas di kubah utama dan kubah menara. “Teknik pemasangan emas dan lampu gantung seluruhnya dikerjakan oleh ahli dari Italia,” kata Yudi.

Masjid ini memiliki peraturan yang cukup ketat, misalnya saja anak-anak yang berumur di bawah 10 tahun dilarang masuk ke dalam masjid. Anak-anak ini hanya boleh masuk aula saja. Untuk masalah kebersihan dan kesucian masjid, disiapkan petugas keamanan yang menjaga di sekeliling mesjid. Petugas seringkali dengan ramah mengingatkan pengunjung, misalnya untuk tidak membuang sampah sembarangan atau menginjak rumput.

Di masjid inipun digelar pengajian atau acara ceramah rutin bersama beberapa ustadz yang memang menguasai bidang kajiannya masing-masing. Sehingga masjid ini tak hanya megah secara fisik tapi juga ramai dengan kegiatan-kegiatan keagamaan setiap harinya.

 sumber : http://inilah.com/berita/2007/09/20/578/masjid-kubah-emas-magnet-baru-kaum-muslimin/

Depok Tourist Information Center

Tahukah Anda bahwa Depok, kota mandiri di pojok selatan Jakarta, saat ini tengah menggalakkan potensi wisatanya. Pemerintah Kota Depok telah membangun Tourist Information Centre (TIC) atau Pusat Informasi Pariwisata. Lokasi TIC berada di Kampung Rusa, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, berdekatan dengan Masjid Dian Al-Mahri atau yang dikenal dengan nama Masjid Kubah Emas

Kepala Kantor Pariwisata Seni dan Budaya Kota Depok, Gagah Sunu Sumantri, di Depok, mengatakan, selama ini orang hanya mengenal Masjid Kubah Emas sebagai obyek wisata di Depok. Padahal, kota ini memiliki banyak hal yang menarik, mulai dari obyek wisata, wisata kuliner, cenderamata, juga makanan dan minuman khas Depok seperti olivera dan belimbing. “TIC menyediakan berbagai macam informasi yang berhubungan dengan pariwisata yang ada di Kota Depok.

Selanjutnya, untuk meningkatkan aktivitas pariwisata di Depok, Kantor Pariwisata Depok juga menjalin kerjasama dengan penyelenggara wisata luar daerah seperti Yogyakarta, Bali, Lombok, dan kota lainnya. “Potensi wisata yang ada di Depok akan semakin diketahui masyarakat luas melalui penyelenggara biro wisata di daerah lain. Kerjasama sangat diperlukan untuk memajukan pariwisata di Kota Depok,” katanya.   

Mau keliling Depok? Jangan lupa mampir dulu ke TIC!

sumber : www.kompas.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.