Tersangka Pembunuh Istri Ditangkap

Kamis, 24 Juli 2008 | 02:13 WIB

DEPOK, KOMPAS – Setelah buron selama tiga hari, Rudy Hambali (40), tersangka pembunuh istrinya, Regina Eleana (33), ditangkap polisi di sebuah kelenteng di daerah Gadog, Bogor, Rabu (23/7) dini hari. Rudy tak melakukan perlawanan saat ditangkap tim gabungan Kepolisian Resor Metro Depok dan Kepolisian Sektor Cimanggis.

Menurut Kepala Polres Metro Depok Ajun Komisaris Besar Gatot Eddy Pramono, penangkapan dilakukan saat tersangka akan keluar dari kelenteng sekitar pukul 01.00. Sebelum tertangkap, Rudy sempat berpindah-pindah tempat persembunyian, antara lain di Bogor, Cipanas, dan Cibodas. ”Saat akan bermalam di Bogor, Rudy sempat ditolak pihak keluarga.”

Gatot menambahkan, berdasar keterangan tersangka, motif penusukan yang mengakibatkan tewasnya Regina adalah perselisihan dalam keluarga. Pembunuhan dilakukan secara spontan akibat tersangka naik pitam saat bertengkar dengan istrinya. ”Namun, pengakuan ini masih perlu dikaji lebih lanjut. Ia (tersangka) masih dalam proses pemeriksaan,” jelas Gatot kemarin.

Sampai kemarin, polisi sudah meminta keterangan dari enam saksi, termasuk Pieter (12), anak sulung Regina. Bocah di bawah umur ini tetap dijadikan saksi karena ia melihat langsung peristiwa penusukan ibunya. Menurut Gatot, jumlah saksi kemungkinan masih akan bertambah.

Pernah bekerja

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Depok Komisaris Rochimat menjelaskan, kelenteng tempat Rudy buron berlokasi di sebuah tanah perkebunan milik seseorang bernama Ayau. Dari informasi yang dikumpulkan diketahui bahwa Rudy pernah bekerja di sana selama sekitar tiga bulan. Di sana Rudy menginap selama dua malam terakhir, setelah pada Minggu malam lalu bermalam di kawasan Cibodas.

Korban, Regina, adalah keponakan Komandan Brigade Mobil Mabes Polri Inspektur Jenderal Sylvanus J Wenas. Tersangka melarikan diri dengan sepeda motor Kawasaki Kaze. (muk)

Sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/24/0213051/tersangka.pembunuh.istri.ditangkap

Tersangka Pembunuh Rahmat Ditangkap

Depok, kompas – Tersangka pembunuh Rahmat Hidayat alias Rahma (19), pemenang kedua kontes ”Be A Man”, ditangkap aparat Kepolisian Sektor Beji, Depok, Jumat (18/7) petang. Tersangka bernama Janur alias Jerry (26) mengaku nekat menghabisi korban karena kesal tidak diberi rokok sekaligus berniat merampok telepon genggam korban.

Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Beji Iptu Ketut Garis mengatakan, tersangka, yang dikenal sebagai preman dan pengamen, ditangkap sekitar pukul 16.30, saat ia baru selesai bermain Play Station (PS) di sebuah kedai video game di Pondok Cina.

”Dari beberapa saksi yang telah dimintai keterangan, tak ada seorang pun yang layak dijadikan tersangka. Keterangan mereka justru mengarah kepada Janur, yang terlihat berada di lokasi pada malam kejadian, hari Minggu pekan lalu. Dari keterangan para saksi juga muncul indikasi bahwa tersangka mengenal korban,” ujar Ketut Garis.

Tidak diberi rokok

Saat ditangkap, tersangka tidak melawan. Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui telah membunuh korban. Pada Minggu, 13 Juli, Jerry melihat korban sedang duduk sendirian di peron stasiun Universitas Indonesia (UI) sambil menelepon.

”Tersangka menegur korban dan meminta sebatang rokok. Namun, korban mengatakan rokoknya habis,” kata Ketut Garis.

Tersangka diam-diam mengikuti korban yang terus menelepon sambil berjalan. Karena kesal tidak diberi rokok dan tergiur dengan telepon seluler yang ada di tangan korban, tersangka pun menusuk korban dengan badik dari arah belakang. ”Menurut tersangka, waktu itu korban tiba-tiba membalikkan badan sehingga yang kena tusuk adalah leher dan perutnya,” kata Ketut Garis lagi.

Tersangka kini dijerat dengan Pasal KUHP berlapis, yakni Pasal 338 tentang pembunuhan dan Pasal 365 tentang pencurian dan kekerasan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Seperti diberitakan (Kompas, Selasa, 15/7), Minggu malam itu, mayat Rahmat Hidayat alias Rahma ditemukan tergeletak di depan sebuah warung yang tutup di pinggir rel kereta api, tak jauh dari Stasiun Universitas Indonesia, Kelurahan Pondok Cina, Beji, Kota Depok. Banyaknya bekas luka tusuk di tubuh korban yang diduga seorang waria itu sempat menimbulkan dugaan bahwa motif pembunuhan adalah karena dendam. (muk/ong)

Senin, 21 Juli 2008 | 01:22 WIB

Sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/21/01221496/tersangka.pembunuh.rahmat.ditangkap