Penderita AIDS Depok Capai 114 Jiwa

DATA Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menyebutkan hingga akhir tahun 2007 jumlah penderita HIV AIDS di Kota tersebut mencapai 114 jiwa.

 Jumlah penderita disinyalir lebih banyak dibanding data yang ada. Dari total penderita tersebut sekitar 82 persen di antaranya berusia 20-29 tahun  Dinkes Depok mengaku baru melakukan survei pada sejumlah pengguna narkoba jarum suntik.

Padahal HIV/AIDS dapat menyerang waria, homoseksual, pekerja seks komersial (PSK), melalui transfusi darah, intrauterine (ibu hamil yang terjangkit HIV), hemophilia (darah sulit membeku), atau individu yang suka berganti pasangan.

Letak Kota Depok yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta dinilai menjadi salah satu penyebab tingginya angka penderita penyakit mematikan tersebut.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Depok Lies Karmawati, pihak Dinkes saat ini masih mengalami kesulitan melakukan survei ke kaum waria, PSK, maupun homoseksual.

“Kalau kita ingin survei mereka masih takut dan curiga kalau kita juga membawa polisi,” kata Lies kemarin (8/7).

Lies mengungkapkan letak geografis kota Depok yang berbatasan dengan DKI Jakarta menjadi salah satu faktor tingginya angka penderita HIV AIDS di kota tersebut.

“Banyak warga yang hanya tinggal di Depok namun aktivitas sehari-hari di Jakarta,” ujarnya. Untuk mencegah semakin menyebarnya virus HIV AIDS Dinkes Depok mengaku telah mendistribusikan jarum suntik dan kondom gratis ke 27 puskesmas.

“Kami fokuskan di Puskesmas Sukmajaya dan Kemirimuka karena lokasinya dekat dengan pusat kota,” kata Lies.

Dinkes Depok mendapat alokasi jarum suntik dan kondom dari Dinkes Provinsi Jawa Barat. Alokasi yang diberikan adalah sebanyak 10 ribu jarum dan 8.000 kondom.

Yang dibagikan dalam dalam satu paket yang berisi enam jarum suntik, enam pembersih alkohol, dan tiga kondom.

Namun saat ini permintaan terhadap kondom maupun jarum suntik mengalami penurunan. Di tahun ini jumlah yang terserap baru sembilan jarum dan 288 kondom.

“Karena masih banyak warga yang ketakutan membawa jarum suntik dari puskesmas,” ujarnya. Untuk mencegah penyebaran virus HIV melalui transfusi darah, Lies mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Berdasarkan laporan pengecekan 1.166 kantong darah yang masuk ke PMI hingga bulan Mei 2008 ada tiga kantong yang positif virus HIV.

Sementara itu Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Depok Abdul Haris mengaku hingga kini belum memiliki program khusus untuk melakukan penyuluhan AIDS di tahun ini.

“Program belum ada karena anggaran terbatas dan belum ada donatur. Selain itu jajaran pimpinan KPA banyak diisi oleh pejabat pemkot sehingga kegiatan KPA jalan di tempat” kata Haris yang juga Asisten Pembangunan Kota Depok

 sumber : http://www.aidsindonesia.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=2208&Itemid=134

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: