Pemkot Depok Alokasikan Rp 9,5 Miliar Santunan Kematian

Selasa, 9 September 2008

DEPOK, KOMPAS – Pemerintah Kota Depok telah memutuskan melanjutkan program santunan kematian bagi seluruh warga resmi Depok. Untuk itu, Pemkot Depok kembali mengalokasikan dana sekitar Rp 9,5 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2008/2009.

Demikian dinyatakan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Isma’il dalam acara pertemuan dengan para wartawan Depok, Senin (8/9). ”Karena dinilai berhasil dan memiliki dampak sosial yang positif, pemerintah memutuskan melanjutkan program pemberian santunan kematian yang telah dilakukan selama setahun terakhir,” kata Nur Mahmudi.

Setiap warga resmi Depok yang meninggal dunia dalam setahun terakhir ahli warisnya menerima dana santunan sebesar Rp 2 juta. Santunan ini dibayar oleh perusahaan Asuransi Syariah Mubarakah yang menjadi mitra Pemkot Depok.

Menurut Parmin S Wijono, Direktur Asuransi Syariah Mubarakah, periode September 2007-Agustus 2008, pihaknya menerima klaim asuransi kematian dari 5.657 warga Depok. Nilainya Rp 11 miliar lebih. Belum semua klaim dibayarkan karena ada yang masih dalam proses pengurusan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok Dedi Seytiadi menegaskan, semua warga Depok yang namanya sudah ada dalam database Disdukcapil berhak menerima santunan jika meninggal dunia.

Namun, menurut Parmin, warga yang meninggal dunia akibat bunuh diri, terkena virus HIV/AIDS, atau karena terlibat kejahatan tidak berhak menerima uang santunan dari pemerintah, sekalipun warga itu terpapar virus HIV lewat proses transfusi darah. (muk

sumber : http://cetak.kompas.com/

4 Tanggapan to “Pemkot Depok Alokasikan Rp 9,5 Miliar Santunan Kematian”

  1. Syukriy A. Says:

    Saya sangat setuju dengan kebijakan Pemko Depok ini. Artinya, yang diberi “subsidi” adalah orang mati, agar tidak merepotkan orang yang masih hidup….
    Untuk orang yang masih hidup, yang diberi adalah motivasi, dorongan, dan kemudahan2 untuk berusaha. Jadi, tidak diberi uang karena tidak mendidik.

  2. bayu Says:

    saya sangat setuju dengan program itu….
    bagaimana cara pengambilan dana itu?
    terima kasih

  3. ferry Says:

    hendaknya jangan hanya asuransi syariah mubarokah yang dapat jatah….ya bagi-bagi rejeki-lah dengan asuransi lain misalnya bumiputera 1912….

  4. bay Says:

    lebih bagus kalo yang meninggal yang memiliki penghasilan saja, kalo yang belum berpenghasilan, atau masih sekolah, kemudian meninggal, disantuni, kan ngabis2in uang kota, toh keluarganya juga jadi tidak direpotkan dengan kepergiannya.
    Masih banyak problem kota depok yang urgensinya lebih besar dibandingkan harus mengalihkan uang APBD untuk santunan kematian. Saya rasa masyarakat kota depok lebih perlu menikmati fasilitas kota depok secara tidak langsung melalui infrastruktur (perbaikan jalan, penambahan jalan, taman kota, penanaman pohon, sistem transportasi, PDAM (saya warga depok tapi tidak bisa menikmati PDAM)) yang baik maupun pelayanan publik yang berkaitan dengan ‘orang hidup’ (askeskin, beasiswa bagi yang kurang mampu, perbaikan sarana pendidikan)..

    Pemberian santunan kematian saya rasa tidak akan memberikan feedback yang berarti bagi pemerintah Kota depok, bayangkan jika infrastruktur dan sistem tansportasi dilancarkan dulu, kegiatan ekonomi akan semakin meningkat, begitu juga dengan investasi, sehingga Pemerintah memiliki banyak anggaran untuk membiayai warga, bahkan untuk santunan kematian.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: